Belanja APBN 2023 Capai Rp54,53 Triliun, Meningkat 13 Persen

- 30 Januari 2024, 17:08 WIB
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu Sulawesi Selatan (Sulsel) Supendi (tengah) saat merilis APBN Angin Mammiti
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu Sulawesi Selatan (Sulsel) Supendi (tengah) saat merilis APBN Angin Mammiti /JurnalMakassar.com

Pemberian hibah dalam bentuk uang dan barang dalam konteks pelaksanaan pemilihan umum dilakukan sebagai langkah strategis pemerintah untuk mendukung proses demokrasi dan menjamin terselenggaranya pemilihan yang berkualitas. Pada triwulan IV 2023, total hibah mencapai Rp1,56 Triliun.

Pajak daerah hingga 31 Desember 2023 mengalami growth terbesar pada sektor pajak daerah yaitu 27,07% atau sebesar Rp7,205 Triliun, disusul Retribusi daerah yang tumbuh positif 3,27% atau sebesar Rp377 Miliar. Adapun kekayaan daerah yang dipisahkan terealisasi Rp395,40 Miriar dan PAD lain yang sah sebesar Rp2,02 Triliun.

“Kinerja Pajak konsumtif terbesar diperoleh dari Pajak Rokok sebesar Rp702,66 Miliar, Pajak Restoran sebesar Rp327,4 Miliar, Pajak Air sebesar Rp197,67 Miliar, dan Pajak Hotel sebesar Rp147,78 Miliar,” jelasnya.

Baca Juga: Wali Kota Makassar Instruksikan SKPD Optimalkan Serapan Anggaran dan PAD

Lebih lanjut kata Supendi, TKD Sulawesi Selatan hingga 31 Desember 2023 terealisasi sebesar Rp30,15 Triliun, naik sebesar 1,72% dibanding tahun lalu, disebabkan disebabkan penurunan oleh pada jenis transfer Dak Fisik, Dana Bagi Hasil, dan Dana Desa, yang masing-masing secara berurutan mengalami minus growth sebesar -29,23 persen, -18,45 persen, dan -3,00 persen.

Sementara itu, kata Supendi penyaluran KUR per sektor usaha hingga Desember 2023 mencapai Rp15,49 Triliun, mengalami minus growth sebesar -12,2%. Pertanian, Perburuan dan Kehutanan masih menjadi sektor usaha terbesar penyaluran KUR sebesar Rp6,5 Triliun disusul sektor usaha Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp5,5 Triliun.

Penyaluran UMi per sektor usaha hingga Desember 2023 mencapai Rp251,85 Miliar, mengalami growth 17,3%. Perdagangan Besar dan Eceran menjadi sektor usaha terbesar penyaluran UMi sebesar Rp248,20 Miliar disusul sektor usaha Pertanian, Perburuan dan Kehutanan sebesar Rp2,49 Miliar.

Regional Sulawesi berkontribusi 7,3% dari capaian pertumbuhan nasional. Meskipun risiko dan ketidakpastian global masih tinggi, kinerja perekonomian Indonesia masih terjaga dengan baik. Pertumbuhan ekonomi nasional masih terjaga di level 5% dan Sulawesi Selatan di 4,05%, Inflasi terkendali, tekanan terhadap nilai tukar dan suku bunga mereda, dan neraca perdagangan tetap surplus.

Baca Juga: Love Wins All milik IU Jadi Lagu Pertama yang Raih all-kill di 2024

“Untuk ekonomi Sulawesi Selatan masih terjaga solid ditandai dengan neraca perdagangan yang kuat, aktivitas konsumsi yang bertumbuh, dan inflasi yang terkendali. APBN mampu menjaga stabilitas, melindungi daya beli, dan menopang agenda pembangunan secara optimal,” jelas Supendi.***

Halaman:

Editor: Aan Febriansyah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah